This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 06 Agustus 2013

RUMAH RADAKNG DAYAK DIRESMIKAN GUBERNUR CORNELIS

Gubernur Kalbar Resmikan Pusat Kebudayaan Dayak Gubernur Kalbar resmikan rumah adat Dayak Rumah Radakng 
DP, Pontianak- Rumah adat Dayat terbesar di Kalimantan ‘ Rumah Radakng’ akhirnya diresmikan Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis.

Dihadiri ratusan undangan, baik lokal hingga luar negeri, rumah adat yang memiliki panjang 138 meter dan tinggi 7 meter itu akan menjadi pusat budaya masyarakat, terutama bagi suku adat Dayak Kalbar.

Peresmian tersebut sekaligus juga menandai dibukanya pekan Gawai Dayak ke-28 tahun 2013.

Gubernur Kalbar, Cornelis, mengungkapkan, Radakng tidak saja menjadi pusat pengembangan budaya tapi menjadi pusat masyarakat dalam menyalurkan aspirasi seni dan budaya kreatif.

“Jadi rumah adat ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan budaya yang positif. Pemerintah sudah mengakomodir kegiatan kebudayaan untuk mengenal lebih dekat setiap budaya yang ada. Apalagi, Radangk dibangun di kawasan kampung budaya. Tidak hanya membangun rumah adat Dayak tapi juga rumah adat Melayu,” paparnya.

Pembangunan kampung budaya ini untuk memusatkan segala bentuk kegiatan budaya Kalbar.

“Kita ingin pusat budaya ini juga menjadi ajang perekonomian bagi masyarakat,” ucap Gubernur.

Cornelis berpesan agar menjaga rumah adat Radakng tersebut dan dimanafaatkan sebaik mungkin untuk kesenian serta kebudayaan.

“Harus dikelola dengan baik dan manfaatkan area ini untuk kegiatan budaya positif,” kata Cornelis.

Rumah Radakng ini akan menjadi aset wisata yang bisa dimanfaatkan untuk menarik minat wisatawan asing.  Nantinya, para wisatawan bisa berkunjung dan melihat lebih dekat rumah Radangk seperti apa.

“Ini bisa menjadi aset wisata kita. Kalbar harus memiliki pusat budaya untuk menarik minat wisatan datang. Kita ingin melasarikan budaya lokal dengan membuat kawasan wisata seperti kampung budaya ini,” kata Ketua DPD PDIP Kalbar ini.

Peresmian rumah adat Radakng juga ditandai dibukanya gawai dayak selama tiga hari mendatang.

Gawai Dayak salah satu kegiatan besar masyarakat Dayak yang bertujuan untuk mengucap syukur atas berkah yang sudah dicapai selama ini.

“Ini adalah kekayaan daerah Kalbar yang harus dilestarikan. Saya berharap, kegiatan ini dinikmati bersama, tidak hanya masyarakat Dayak tapi seluruh masyarakat yang ada di Kalbar.

Sementara Ketua Panitia Peresmian Rumah Adat Radangk, Ahi, menuturkan, Radangk akan menjadi simbol budaya yang pastinya menarik minat pengunjung dari luar Kalbar.

“Desain menampung 600 orang di ruang utama. Sementara halaman yang ada kita juga desain cukup luas yang bisa digunakan untuk aktivitas budaya,” ungkap Ahi.

Kebanggaan juga diungkapkan para pengunjung. Pengunjung kebanyakan adalah masyarakat Dayak yang sengaja datang bersama keluarga untuk melihat keindahan rumah Radangk tersebut.

Seperti diungkapkan Nikolius Taning (45) dan Albert (39). Mereka yang datang dengan keluarga masing-masing ini bangga dengan arsitektur bangunan.

Mereka sengaja datang dari Kabupaten Kubu Raya karena penasaran melihat lebih dekat kemegahan bangunan luas itu.

“Megah sekali yaa. Luas dan modern tapi tidak menghilangkan sentuhan adatnya. Luar biasa. Kami sebagai masyarakat Dayak pasti bangga karena sudah ada rumah adat di tengah kota yang bisa kita banggakan. Bukan hanya untuk kami saja tapi untuk seluruh masyarakat Kalbar,” paparnya. 

Jumat, 02 Agustus 2013

BINA IMAN ANAK PERSPEKTIF IMAN KATOLIK


 BINA IMAN ANAK PERSPEKTIF IMAN KATOLIK

Saudara terkasih, betapa pentingnya kasih sayang yang kita curahkan kepada anak-anak, cinta kita lebih berarti dari uang. Perhatian, kasih sayang, masih kurang jika tidak mau memperlajari perkembangan anak tersebut. Perlu diingat masa kecil adalah landasan pendidikan (Iman, perilaku, budi pekerti, dll) untuk masa depannya, jadi sangatlah penting. Kami sekedar merangkum tulisan perkembangan anak 3-5, 6-8, 9-11 tahun, dan apa yang harus kita lakukan dalam perkembangan anak tersebut. Banyak keluarga sekarang lebih memberi beban pada pengasuh ... itu salah, kasih sayang kita sebagai keluarga lebih dibutuhkan.
Perkembangan dan Implikasi untuk Pembinaan Anak 3-5 tahun. 

Perkembangan Fisik
1. Sangat aktif, selalu bergerak, fisik anak akan bertumbuh dengan pesat.
2. Ia lebih suka melakukan sesuatu daripada menjadi penonton.
3. Ia belum dapat tahan pada aktivitas yang terlalu lama.
4. Bertumbuh dengan pesat; otot besar berkembang lebih dulu daripada otot kecil.
5. Mudah terserang penyakit.

Implikasi Pembinaan
1. Ruangan Sekolah Minggu sebaiknya tidak sempit.
2. Sediakan waktu untuk mengambar memilih nyanyian dengan gerakan, permainan jari, drama.
3. Menyusun acara SM yang bervariasi, cerita Alkitab 5-10 menit saja.
4. Pekerjaan yang halus (mengunting) belum dapat dikerjakan dengan teliti.
5. Perhatikanlah anak yang kurang sehat.

Perkembangan Sosial
1. Egosentris, belum melihat dan mengerti orang lain.
2. Orientasi utama ialah terhadap keluarga (orang tua, kakak, adik).
3. Menuntut perhatian, ingin dipuji.
4. Membutuhkan dukungan.
5. Maju dalam hal bermain bersama anak lain.

Implikasi Pembinaan
1. Berilah cukup perhatian kepada setiap anak; sebaiknya mereka duduk dalam lingkaran.
2. Kenalkan orang tua dari setiap anak kecil, kunjungilah keluarganya. Bercerita mengenai keluarga dalam Alkitab.
3. Pujilah dia, asal jangan berlebihan.
4. Apa yang benar dan baik dapat didukung.
5. Berilah kesempatan bergaul dengan kawan sebaya.
6. Setialah pada kelasmu, jangan terlalu banyak ganti guru. Berilah batas-batas tertentu dalam SM tetapi terbuka juga untuk perubahan.

Perkembangan Mental
1. Pengertian akan kata-kata bertambah tetapi masih terbatas.
2. Pengertian tentang jarak dan waktu masih sangat terbatas.
3. Daya tahan konsentrasi sangat terbatas.
4. Mengerti hal yang nyata.
5. Dapat menghafal tetapi belum mengerti artinya dan juga cepat lupa.
6. Memberi respon terhadap rangsangan intelek.
7. Belajar melalui menirukan orang lain.
8. Selalu ingin tahu.
9. Daya khayal kuat, kadang-kadang sulit membedakan kenyataan dan khayalan sangat kreatif, suka membuat cerita sendiri.
10. Belajar melalui semua panca indera; melihat, meraba, merasa, mencium,mendengar.

Implikasi Pembinaan
1. Pakailah kata-kata yang sederhana, ulangi kata-kata baru, ucapan perlu jelas.
2. Tidak usah menyebut kilometer atau fakta sejarah.
3. Minta perhatian untuk waktu tertentu saja, kemudian ganti aktivitas.
4. Berbicaralah hal yang konkrit.
5. Bahan hafalan (doa, nyanyian, ayat Alkitab) harus jelas dan sederhana, sering diulangi dan dibahas ulang, sehingga pengertian bertambah.
6. Pakailah kata-kata baru, nyanyian baru (yang sederhana).
7. Jadilah teladan yang dapat ditiru. Hentikanlah kelakuan anak yang kurang baik, sebelum dicontoh oleh anak lain.
8. Jawablah dengan sabar semua pertanyaan.
9. Dengarkanlah baik-baik kalau seorang anak kecil bercerita untuk mengerti alam pikirannya. Cegahlah kalau berlebihan. Pakailah daya khayal dalam drama spontan.
10. Susunlah ruangan sedimikian dan bawa alat peraga, supaya ada rangsangan untuk panca indera.

Perkembangan Emosional
1. Emosi yang dialami pada umur ini sangat kuat, tetapi kesanggupan untuk mengontrolnya belum begitu berkembang.
2. Emosi anak kecil belum stabil dan sering berubah, mudah menangis, mudah tertawa.
3. Anak kecil sering mengalami rasa takut. Rasa takut ada emosi yang wajar dalam proses berkembang.
4. Anak kecil bisa marah dan meledak, kalau terlalu banyak halangan dan larangan.
5. Dapat menunjukkan rasa jengkel, kalau merasa dirinya sanggup, padahal belum. Akibatnya kecewa dengan hasil pekerjaannya.
6. Mudah iri hati, kalau anak lain diperhatikan khususnya adik yang masih kecil.
7. Sering menangis sambil meminta sesuatu.
8. Senang dalam alam semesta, mengagumi bunga, binatang, pemandangan.
9. Senang dengan makanan enak.
10. Dapat sayang kepada orang yang dekat kepadanya, juga dapat menunjukkan belas kasihan kepada anak lain.

Implikasi Pembinaan
1. Ciptakanlah suasana yang tenang, tetapi gembira. Sebagai orang dewasa perlu mengontrol emosi sendiri.
2. Kalau emosi negatif, tunjukkan perngertian, kemudian coba membelokkan emosi itu kearah yang positif: berikanlah aktivitas baru.
3. Hiduplah dekat pada anak untuk mengetahui apa yang ditakuti dan lindungi dia. Berilah penjelasan kalau yang ditakuti tidak beralasan. Jangan sekali-kali menakut-nakuti anak supaya tunduk.
4. Berilah seperlunya saja larangan serta penjelasan. Ledakan/tangisan jangan dibiasakan sebagai senjata/alat untuk mendapatkan sesuatu yang diingini.
5. Memberanikan untuk mengerjakan sesuatu tanpa mengharapkan hasil yang sempurna; perhatikan setiap pekerjaan dengan interes sekalipun belum sempurna.
6. Berilah pengertian, perhatian dan kasih; mengajak untuk berbuat baik terhadap anak lain atau anak kecil lain.
7. Berilah petunjuk bahwa ia boleh minta, tanpa menangis/paksaan.
8. Ajarlah bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Allah, sehingga anak belajar memuji Allah.
9. Ajarlah untuk berterima kasih atas segala makanan.
10. Biarkanlah dia mengekpresikan rasa sayang kepada anak lain; ajarlah dia berdoa buat teman lain.

Perkembangan Rohani
1. Mudah percaya.
2. Ikut kepercayaan orang tuanya.
3. Mulai membedakan yang benar dan yang salah.
4. Mengasihi Allah sebagai Pencipta dan Pemberi segala sesuatu yang baik, sebagai Tuhan yang dapat menolong.

Implikasi Pembinaan
1. Apa yang diajar harus benar, agar layak dipercaya/tidak menyesatkan.
2. Orang tua harus menjadi teladan yang baik. Guru SM mengusahakan hubungan yang baik dengan orang tua anaknya.
3. Ajarlah bahwa Allah mau supaya kita melakukan yang baik, Tuhan mau mengampuni kesalahan kita.
4. Memimpin anak untuk menyembah Allah sebagai Pencipta, Pembinam, Penolong.

Perkembangan dan Implikasi untuk Pembinaan Anak 6-8 tahun.
 
Perkembangan Fisik
1. Bertumbuh pesat, lengan dan kaki panjang tungkai kurus, kemudian jadi gemuk.
2. Gigi susu ganti gigi tetap.
3. Penuh energi, suka bergerak dan aktif sekali, lama-kelamaan keaktifan lebih terarah.
4. Masih senang berlari-lari.

Implikasi Pembinaan
1. Perlu makanan yang bergizi, dan cukup banyak istirahat, aktivitas ramai berselang-seling dengan aktivitas tenang.
2. Jagalah terhadap gula-gula/permen.
3. Latihlah, melalui permainan sepak bola atau permainan lain, berenang, dsb.
4. Permainan dibutuhkan sebagai selingan belajar, bekerja, dan bermain harus seimbang.

Perkembangan Sosial
1. Masih merasa dekat dengan orang tua. Senang dalam keluarga mereka.
2. Hormat dan segan kepada guru.
3. Dapat menyesuaikan diri dengan teman sebaya, sifat egosentris mulai hilang dan diganti dengan kesanggupan untuk mengerti.
4. Belajar berdiri sendiri, bila perlu membela diri.
5. Kurang sabar terhadap anak kecil.
6. Belum tahu "kalah dengan hormat".

Implikasi Pembinaan
1. Carilah kontak yang baik dengan orang tua. Kunjungilah keluarga mereka.
2. Janganlah mengecewakan mereka.
3. Berilah banyak kesempatan untuk bergaul dengan teman sebaya, ajarlah agar saling mengerti.
4. Guru harus dekat dengan mereka bila mereka bertengkar, ia perlu berfungsi sebagai jembatan perdamaian.
5. Ajarlah mereka untuk mengerti anak kecil.
6. Belum waktunya untuk mengadakan banyak perlombaan, lebih baik mengajarkan kerja sama.

Perkembangan Mental
1. Konsentrasi tahan lebih lama, mereka sanggup mengikuti pelajaran di sekolah sampai 43 menit.
2. Dapat mengikuti instruksi guru dan mengerjakan tugas tertentu.
3. Bertumbuh dalam hal tanggung jawab karena dapat lebih mengerti.
4. Senang mendengar cerita, meskipun sudah dapat membaca.
5. Belajar membaca, menghitung, menulis.
6. Belum mengerti hal yang abstrak. Cara berfikir berdasarkan hal yang konkrit.
7. Belum mempunyai pendapat sendiri, masih bergantung dari pendapat orang dewasa, orang tua, guru.

Implikasi Pembinaan
1. Mengharapkan/antisipasi mereka untuk duduk tenang selama bercerita, kemudian diberi kesempatan untuk bergerak.
2. Berilah tugas, seperti mengulangi ayat hafalan atau cerita.
3. Berilah tanggung jawab sesuai kemampuan.
4. Jadikanlah cerita Alkitab pusat pelajaran di SM.
5. Pakailah alat peraga dengan huruf yang jelas.
6. Pakailah kara-kata dan contoh-contoh berdasarkan hal yang konkrit dan sederhana.
7. Tidak harus ditawarkan banyak keputusan. Berilah contoh yang baik dalam kelakuan dan perkataan, dan menantikan mereka meniru contoh itu.

Perkembangan Emosional
1. Lebih stabil, tetapi mudah gelisah, gugup, kadang-kadang putus asa.
2. Pada permulaan anak merasa kuatir, belum bisa, lama-kelamaan lebih yakin akan diri sendiri.
3. Kurang sabar terhadap diri sendiri.
4. Membesar-besarkan.
5. Dapat merasakan perasaan teman lain juga perasaan orang tua.

Implikasi Pembinaan
1. Usahakan suasana yang tenang, ramah. Anak tidak boleh ditertawakan.
2. Berilah tugas yang tidak terlalu sulit. Memberanikan anak dalam segala hal yang terasa sulit.
3. Ajarlah dia bekerja dengan tenang dan menyelesaikan apa yang dimulai dengan teliti.
4. Membetulkan fakta tanpa mempermalukan.
5. Ajarlah dia untuk mengekspresikan rasa sayang dan juga menolong kawan dalam kesulitan, termasuk orang tua.

Perkembangan Rohani
1. Mereka senang datang ke SM.
2. Kenal akan Allah, mulai bertanya tentang surga, neraka dan kematian.
3. Senang menghafal ayat firman Tuhan.
4. Sudah sadar akan dosa.
5. Mengasihi Yesus sebagai teman dan penolong.
6. Mereka memiliki iman sederhana, dan dapat dibimbing untuk menerima Tuhan Yesus.
7. Anak umur ini seperti tanah liat kalau menerima firman Tuhan, tetapi seperti batu yang keras dalam memegang apa yang telah diterima.

Implikasi Pembinaan
1. Jagalah supaya kesenangan ini tetap melalui persiapan yang matang dan pelajaran yang menarik, suasana kasih, tertib.
2. Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur.
3. Berilah ayat hafalan setiap pelajaran. Jagalah bahwa ayat tidak terlalu sulit/panjang.
4. Ajarlah bahwa Tuhan membenci dosa, tetapi mengasihi anak berdosa dan bersedia mengampuni.
5. Ajarlah banyak tentang Tuhan Yesus.
6. Memberi kesempatan untuk dapat menerima Tuhan Yesus secara pribadi.
7. Ajarlah hal yang besar dengan cara terbaik karena mereka mengalami masa perkembangan yang baik sekali untuk "menerima dan memegang".

Perkembangan dan Implikasi Pembinaan Anak 9-11 tahun

Perkembangan fisik:
1. Aktif/penuh kegiatan, badan kuat dan seimbang, suka mengembara di alam terbuka, senang berolah raga.
2. Tertarik kepada orang yang kuat dan cakap, olahragawan sebagai pahlawan tetapi juga tokoh-tokoh yang berhasil di bidang lain.
3. Lebih senang bermain daripada bekerja, khususnya kalau pekerjaannya tidak sesuai dengan selera.
4. Suka berkelahi karena bersaing.
Implikasi Pembinaan:
1. Berilah kesempatan untuk petualangan, tantanglah dia melalui aktivitas di alam terbuka, berilah kesempatan berolah raga sesuai dengan kesanggupan yang ada.
2. Ceritakanlah tentang pahlawan-pahlawan iman dari Alkitab yang "berhasil", meskipun mereka juga menderita.
3. Tantanglah mereka, supaya mereka selesaikan pekerjaan dengan sebaik mungkin, kemudian mereka diijinkan bermain.
4. Mengadakan perlombaan yang kreatif, dan ajarlah konsep "kalah dengan hormat".
Perkembangan Fisik
1. Masih tunduk terhadap pemimpin, tetapi coba mengujinya melalui memberontak.
2. Rindu pemimpin yang tegas, berani dan berwibawa.
3. Akan mendendam kalau diperlakukan tidak adil.
4. Setia kawan, suka berkelompok dalam "gang". Anak yang kurang berani atau kurang kuat dijauhkan.
5. Mulai tertutup terhadap orang tua, tahu menyimpan rahasia.
6. Mulai menjauhi jenis kelamin lain.
Implikasi Pembinaan
1. Jadilah pemimpin yang cerdas dan yakin (persiapan yang memadai) dan mempertahankan disiplin dan suasana saling menghormati dalam kelas.
2. Tantanglah mereka, sebelum mereka menantangmu! Kewibawaan berasal dari hidup berdisiplin sendiri dan bergaul dengan Tuhan.
3. Memperlakukan mereka dengan adil.
4. Cobalah untuk mengenal dan memenangkan "kepala" kelompok, supaya dia menjadi penolong. Ajarlah mereka memperhatikan anak-anak yang lemah.
5. Cobalah untuk mendapat kepercayaan mereka tanpa memaksa mereka. Jadilah teman mereka, kakak!
6. Biarlah mereka duduk terpisah, tapi jagalah suasana saling menghormati.
Perkembangan Mental
1. Konsentrasinya baik, mudah menghafal.
2. Suka akan penyelidikan, berusaha mencari jawaban sendiri.
3. Ingin mengetahui tentang negara dan kebudayaan negara lain.
4. Memperkembangkan pendapat sendiri.
5. Senang mengadakan koleksi, misalnya perangko, kupu-kupu, serangga, ...
6. Mempunyai pengertian tentang keadilan.
7. Ingin bebas, menentang paksaan.
8. Biasanya percaya diri.
Implikasi Pembinaan
1. Merencanakan bahan hafalan yang berguna.
2. Mereka dapat diaktifkan untuk mencari jawaban sendiri dalam Alkitab atau bacaan lain.
3. Sajikan cerita misi dan cerita-cerita dari orang Kristen di negara lain.
4. Berilah kesempatan untuk bertanya, berdiskusi.
5. Memberanikan mereka untuk membagikan pengalaman tentang koleksi mereka.
6. Berlakulah adil dalam segala hal, menekankan keadilan dan sifat adil dari Tuhan.
7. Berilah kebebasan tanpa menghilangkan disiplin.
8. Meskipun mereka tampak yakin dan berani, ajarlah mereka supaya hidup bergantung dari Tuhan.
Perkembangan Emosional
1. Mereka masih senang diperhatikan, tetapi canggung menerima kasih yang dinyatakan secara terang-terangan.
2. Mereka biasanya merasa aman; tidak banyak hal yang menakutkan mereka. Dan kalau takut, mereka segan mengakuinya.
3. Dapat cepat marah, tetapi emosi marah tidak lama.
4. Senang humor, tetapi kadang-kadang tidak tahu batas dan menyakiti orang lain dengan lelucon yang tidak pada tempatnya.
Implikasi Pembinaan
1. Berilah perhatian pribadi kepada mereka, tanpa menonjolkan perhatian itu di depan kawan sebaya mereka.
2. Coba mengerti, dimana ada segi-segi yang membuat mereka merasa kurang aman, bicarakanlah tentang hal itu tanpa memancing pertanyaan, berilah kenyataan saja.
3. Tetap tenang, meskipun kena letusan marah, baru berbicara, kalau rasa marah berkurang.
4. Jangan tunjukkan sikap terlalu serius, pakailah humor di mana mungkin, tetapi ajarlah juga di mana batasan lelucon; ajarkan mereka ikut merasakan perasaan orang lain.
Perkembangan Rohani
1. Banyak pertanyaan tentang hidup sebagai orang Kristen, apa yang tidak boleh.
2. Masih senang datang ke Sekolah Minggu, khususnya kalau boleh aktif dan senang dengan guru.
3. Senang dengan cerita Alkitab tentang pahlawan iman dan sejarah bangsa Israel.
4. Suka melakonkan drama spontan, juga menyanyi dalam koor.
5. Tidak terlalu beremosi dalam kerohaniannya.
6. Terbuka terhadap perkara-perkara rohani, dan dapat diajar tentang pertobataan dan keselamatan.
7. Mereka tahu akan akibat dari perbuatan yang tidak baik/dosa dan takut akan akibat itu.
8. Sering mereka menetapkan tujuan moral yang terlalu tinggi.
9. Anak besar membutuhkan dorongan untuk membaca Alkitab pribadi tiap hari.
Implikasi Pembinaan
1. Pakailah segala kekayaan Alkitab khususnya sepuluh Hukum, untuk menanamkan suatu patokan untuk hidup keKristenan mereka.
2. Berilah tanggung jawab kepada mereka sebanyak mungkin, ajarlah mereka supaya saling memperhatikan dan saling menolong secara aktif.
3. Kurikulum Sekolah Minggu untuk umur itu harus mengajar banyak tentang pahlawan iman.
4. Berilah kesempatan untuk ekspresi kreatif. Baik sekali kalau diadakan koor.
5. Kalau menantang mereka, umpamanya untuk bertobat, tidak usah merangsang emosi.
6. Berilah pengetahuan dan kesempatan untuk bertobat dan diselamatkan.
7. Berilah pengertian bahwa dosa dapat dihapus oleh darah Tuhan Yesus Kristus dan bahwa akibat dosa boleh diserahkan kepada Tuhan.
8. Ajarlah mereka hidup sesuai dengan patokan Tuhan yang juga memberi kekuatan untuk berbuat baik.
9. Berilah dorongan secara positif: Firman Tuhan adalah"makanan tubuh rohani kita". Kalau ingin menjadi kuat, harus membaca. Memperkenalkan bahan untuk waktu teduh.

Selasa, 02 April 2013

SEJARAH KERAJAAN LANDAK

KERAJAAN LANDAK


A. Sejarah berdirinya
Sejarah berdirinya kerajaan landak hanya berdasarkan cerita rakyat yang di sampailkan dari mulut ke mulut. Adapun cerita tentang berdirinya kerajaan ini adalah sbb:
Adalah berawal dari seorang yag bernama Raden kusumntri indra ningrat atau abhiseka ratu brawijaya angka wijaya, tetapi di landak lebih di kenal dengan sebutan ratu sang nata pulang pali. Beliau adalah seorang keturunan raja majapahit di jawa. Pada zaman dulu beliau beserta rombongannya berlayar dari jawa ke kalimantan dengan sebuah rakit melewati ketapang,beliau berjalan menyusuri sungai kapuas, kemudian menyusuri sungai landak kecil dan berhenti di kuala mandor.
Di daerah inilah , kepada penduduk setempat ratu sang nata pulang pali membagi-baikan garam. Penduduk setempat merasa gembira mendapat pembagian garam tersebut. Maka dengan senang hati penduduk brgotong royong membantu sang nata pulang pali untuk mendirikan sebuah kerajaan di ningrat batur.
Setelah mendirikan istana, beliau menikah dengan putri kalimantan asli yang bernama putri dara hitam. Dari pernikahan inilah yang nantinya lahir anak mereka yang di beri nama Ismahaya.
Ternyata pernikahan antara sang nata pulang pali dengan putri dara hitam tidak berlangsung lama. Hal ini di sebabkan adanya peristiwa terbunuhnya orang tua(ayah) dara itam yang bernama patih tega temuka oleh orang-orang dari kerajaan baiju.
Mengetahui hal ini, puteri dara itam sangat sedih hatinya, dia mohon kepada sang raja(suaminya) untuk mengambil tengkorak ayahnya.
Kerena cintanya raja pulang pali kepada puteri dara itam sangat besar, maka dikabulkanlah permintanya itu. Seluruh pasukan perang dikerahkan untuk mengambil kembali tengkorak ayah putri dara hitam. Segala usaha telah dilakukan tetapi hasilnya nihil.semua tidak bisa membawa kembali tengkorak yang diinginkan.
Raja pulang pali hampir putus asa. Akhirnya beliau mengeluarkan satu syembara. Isi dari syembara tersebut adalah “ siapa yang bisa mengambil tengkorak patih tega temuka, beliau berjanji akan memenuhi apapun hadiah yang di minta’’.
Ada seorang pemuda yang bernama Ria Sinir dia sangat tertarik dengan syembara tersebut. Tidak pikir panjang lagi, ia pun langsung mengikuti syembara tersebut untuk menemukan tengkorak yang di maksud.
Pada zaman itu, membunuh orang adalah hal biasa. Memenggal kepala(mengayau) orang sakti seprti: kepala suku, raja, adalah hal yang sangat di dambakan. Kerena menggap tengkorak orang itu mempunyai khasiat penting dalamkehidupan suku dayak. Apa lagi itu keepunyaan orang sakti. Mereka percaya, jika tengkorak hasil kayuan itu hilang, maka hilanglah segala khasiat dan kemujurun hidup seluruh sukunya.
Riya sinir tahu hal itu. Maka dicarilah tengkorak patih tega temuka kerajaan suku dayak yang saat itu rajanya terkenal suka mengayau. Ternyata benar apa yamg diperkirakan. Tengkorak patih tega temuka disimpan dalam pondik istana dan di jaga ketat. Maka dicarilah cara yang paling tepat untuk untuk bisa mengambil tengkorak tersebut.
Pada malam hari, ria sinir menghambur-hamburkan uang logam, di tempat orang-orang suku dayak itu menimba air, selain itu juga mengikatkan uang logam itu di pohon-pohon yang beracun. Sementara menunggu pagi datang ria sinir mengayuh perahunya lebih k hilir, supaya tidak di ketahui oleh orang kampung itu.
Pada pagi harinya orang-orang kampung datang mengambil air. Betapa kagetnya mereka melihat uang-uang berhamburan di tempat pengambilan air itu. Karena senangnya, mereka pulang memberi tahu hal itu kepada seisi rumah. Maka berduyun-duyunlah seluruh isi kampung datang memungut uang yang berhamburan itu.
Belum puas mereka mengambil uang yang bertamburan di tanah, mereka menebang pohon yang juga banyak uang bergantungan, kayu itu di potong-potong. Racunnya telaah jatuh ke sungai. Maka banyaklah ikan yang timbul dan mati kena racun pohon itu. Mereka lapa akan pondok yang harus di jaga ketat kerena berisi tengkorak orang sakti.
Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh ria sinir. Sementara orang-orang sibuk memungut uang dan iakan, ria sinir dengan tenag mengangkat tempayan yang berisi tengkorak patih tega temuka. Dengan hati-hati, tempayan itu di bawa ke perahu yang sudah dipersiapkan.
Perahu dikayuh dengan sekuat tenaga. Tak henti-hentinya perahu di kayuh, akhirnya sampai juga ia ke istana raja pulang pali dengan selamat. Ria sinir mengangkat tempayan berisi tengkorak. Tempayan itu di berikan kepada raja pulang pali yang di saksikan oleh puteri dara hitam.
Betapa leganya hati puteri dara hitammelihat tengkorak ayahnya telah ditemukan. Seisis istana turut bergembira. Begitu pula raja pulang pali.
Namun kegembiraan itu segera sirna. Ratu pulang pali teringat akan janjinya sewaktu mengumkan syembara. Beliau harus mengabulkan permintaan hadiah bagi si penemu tengkorak ayah puteri dara hitam.sedangkan yang menemukan tengkorak itu ada di depannya.
Perkataan seorang raja tidak bisa dirubah. Janji harus di tepati. Hal itu untuk menjaga kewibawaan seorang raja. Maka dihadapan putri dara itam dan semua pegawai kerajaan, riya sinir tanya apa hadiah yang di minta.
Betapa kagetnya raja pulang pali mendengar tuntuntan hadiah dari riya sinir. Ternyata tuntutan hadiah itu adalah sang permaisuri raja yaitu puteri dara itam. Sang raja hampir pingsan. Hatinya sanagat kecewa. Namun , meskipun hatinya sangat sedih kerena tuntutan tersebut, tetapi hal ini harus dikabulkan dan direlakan.sejak peristiwa itu, raja pilang pali berpisah dengan puteri dara itam, meskipun pada saat itu putri dara itam sedang mengandung putera mahkota yang akan menggantikannya kelak, yang setelah lahir di beri nama Ismahayana mulai saat itu sang raja pulang tidak terceritakan lagi.
Selanjutnya ria sinir dan puteri dara itam meninggalkan ningrat batur. Mereka mendirikan kerajaan di munggu. Pusat pemerintahan inin terletak di persimpanagn antara sungai landak dan sungai banyuke. Oleh kerena itu, kemudian di kenal dengan kerajaan landak.
Setelah mwndirikan kerajaan di munggu, dara itam melahirkan ismahaya. Sejak kecil ismahayay telah di didik untuk menjadi seorang raja. Dialah yang di percaya untuk menduduki tahta kerajaan, di kerajaaan yang didirikan oleh orang tuanya. Setelah dewasa, diserahkan tahta kerajan itu sepenuhnya kepada ismahaya.

B. Islam pertama di kalimantan barat
Dara itam melahirkan anak yang di kandungnya dari hasil pernikahnya dengan raja pulang pali dan memeberinya nama Ismahaya, Ismahaya diserahkan kepada raja pulang palai. Setelah raja pulang pali wafat kedudukannay di gantikan oleh ismahaya sebagai raja dengan gelar dipati karang tua. Dipaati karang tua menikah dengan nyi mas limbai sari, anak dari patih wira denta. Nyi mas limbai sari mempunyai gelar Ratu permaisuri sari ayu. Selanjutnya raja adi pati karang tanjung tua memindahkan pusat kerajaan ningrat batur dari tepian sungai mandor ke kampung munggu yang letaknya di tepian persimpangan sungai landak dan sungai menyuke.
Pada masa adi pati karang tua, agam islam mulai berkembang di kerajaan landak. Bahkan kemudian raja adipati karang tanjung tua memeluk agama islam dan mempunyai gelar abdul kahar. Dengan demikian dapat di katakan bahwa raja adipati karang tanjung tua adalah sebagai kerajaan islam pertam di kalimantan barat dan kerajaan landak sebagai kerajaan islam pertam di kalimantan barat.
Pada masa pemerintahan raja abdul kahar, mengadakan perjanjian dengan dua orang anak dari ria sinirdan dara itam yang bernama ria jambi dan ria kantuk. Antara raja abdul kahar dan dengan ria jamb dan ria kantuk merupakan saudara satu ibu namun beda bapak. Isi perjajiannya: “ bahwa apabila dari pihak abduk kahar sebagai abang yang mengadakan perkawinan maka pihak adik-adiknya yaitu ria jambi dan ria kantuk harus menyumbang beras segantang, pulut segantang dan seekor ayam untuksetiao kepala keluarga serta mengakui dari pihak abanglah yang secara turun-temurun menjadi raja” perjanjian antara kakak beradik itu diakhiri dengan upacara”buang-buang batu” di muara sungai menyuke sambil mengucapkan kata-kata berbunyi:’’ kedua belah pihak dilarang berbuat salah, siapa yang berbuat salah, maka akan mendapat bala dan apabila dari pihak kakaknya yang bersalah maka pihak adik tidak boleh dengan segera mengambil tindakan” sumpah di atas sering disebut sumpah buang batu( pembayun 1999:14-16).

D. Munculnya Nama Kerajaan Landak
Menurut cerita rakyat, pada masa pemerintahan Raja adi mas, kerajaan landak di seramg wabah penyakit sehingga raja mas adi memindahkan pusat kerajaan landak dari kampung munggu ke Jeriji. Kemudian pusat kerajan landak di pindahkan lagi oleh raja mas adi dari jeriji ke Bandung( sekitar 2 km dari ngabang). Di tempat barunya, raja mas adi merasa tidak cocok sehingga memindahkan lagi pusat kerajaan dari bandung ke ngabang yang letaknya di tepi sungai landak. Ngabang menjadi ibukota kerajaan landak yang terakhir setelahsebelumnya sempat berpindah-pindah tempat.
Mengenai asal-usul landak, menurut lontaan dikatakan bahwa nama kerajaan landak bersal dari nama sebuah sungai yang ada di tepi keraton landak yaitu sungai landak(llontaan, 1975:154). Namun ada cerita yang mengatakan bahwa nama landak berasal dari hewan yang berduri yang terdapat di daerah kerajaan landak sekarang ini. Di dalam kitab kartagama yang ditulis empu prapanca(1365 M) pada masa pemerintahan prabu hayam muruk(1350-1389 M) pada pupuh XIV bait 1 menyebut nama landak sebagai kerajaan bawahan dari kerajaan majapahit.yang terletak di pulau tangjung pura.
Dalam sumber lain,yaitu buku induk lontar yang ditulis gusti sulung lelalang(1942 M) dikatakan bahwa ketika pangeran kesuma agungmemerintah, ibukota kerajaan angrat batur dipindahkan dari munngu ke bandung. Kemudian pada masa pemerintahan pangeran nata kesuma, ibukota kerajaan landak di pindahkan lagi dari bandung ke ngabang yang merupakan ibukota kerajaan landak keempat dan terakhir.
Menurut legenda, kerajaan landak menjadi terkenal kerena mempunyai pusaka kerajaan bernama intan kobi, intan kobi inin menjadi rebutan oleh banyak kalangan sampai-sampai sultan agung dari mataram menyerang kerajaan matan dalam rangka untuk mendapatkan intan kobi( lontaan, 1975:158-159).

E. Hubungan Kerajaan Landak Dengan Kerajaan Yang Ada di Kalimantan Barat

a. Hubungan kerajaan landak dengan kerajaan matan
Salah seorang kerajaan landak yaitu pangeran anom jaya kesuma memepunyai seorang saudara perempuan bernama ratu masdjaitan yang bersuamikan penembahan matan. Dati perkawinan tersebut, lahir tiga orang putera yakni:
1. Giri Mustika bergelar Sultan muhammad syafuddin
2. Ratu surya kesuma, menikh dengan raja Tengah dari brunai
3. Gusti lekar, menikah denganutin periuk anak raja meliau.
Setelah penembahan matan wafat, putera mahkota yang menggantikan kedudukan sebagai penembahan matan masih kecil sehingga Ratu mas Djaitan dinobatkan sebagai wakil Raja dengan gelar Rat sukada.
Pada masa pemerintahan ratu sukadana, terjadi perang antara kerajaan matan dengan Bupati kendal dari mataram. Atas titah sultan agung di mataram, bupati kendal menyerang kerajaan Ratu sukadana pada tahun1622M. Dalam peperangan itu Ratu sukadana kalah, sehingga ia di tawan dan di buang ke pingit sampai meniggal . kemudian atas ijin dari Sultan agung mataram, jenazah Ratu sukadana diperbolehkan dibawa kembali ke matan. Menurut cerita , setelah jenazah Ratu sukadan kembali k matan, intan kobi yang menjadi pusaka kerajaan landak kemudian di simpan di dalam kemaluan Ratu sukadana sehingga intan kobi berubah nama menjadi “ intan Danau Raja”.

b. Hubungan kerajaan landak dengan kesultaan sambas
Hubungan kekerabatan antara kerajaan landak dengan kesultaan sambas di mulai sejak masa pemerintahan sultan pertama sambas yaitu raden sulaiman yang bergelar Sultan muhammad Tsafiuddin I. Anak ketiga sultan sambas, yaitu Raden Ratna Kumala dewi depersunting Raden demang pangeran dipanegara putera dari pasangan adipati nata kesuma dan istrinya puteri Ratu Mas adi bin Pngeran Anom Jaya Kesuma dari landak.
Perjodohan ini kemudian melahirkan beberapa orang anak diantaranya adalah utin kumala umar akamudin yang bergelar Marhum adil. Pasangan ini selanjutnya menurunkan turun temurun anak keturunanya yang merintah sebagai sultan di kesultaan sambas.

c. Hubungan kerajaan landak dengan kerajaan mempawah
Hubungan kerajaan landak dengan kerajaan mempawah sudah di mulai sejak masa pemerintahan opu daeng menambon. Hal ini ditandai dengan perjodohan antara Ratu Bagus Nata Kesuma putera dari pangeran anom jaya kesuma dari kerajaan landak dengan utin dramawan puteri dari apu daeng menambon. Perjodohan itu melahirkan beberapa orang anak di antaranya adalah Gusti Husin yang ber gelar Pngeran suta wijaya wakil raja kerajaan landak yang memerintah tahun 1802-1807.
Hubungan kekerabatan antara kerajaan landak dan mempawah kembali terjadi dengan perjodohan antara pangeran Ratu Gusti Amiruddin Hamid putera dari penembahan Gusti Abdul Hamid raja landak ke XXVIII dengan Pangeran utin Taufikiyah puteri dari Penembahan Gusti Muhammad Taufik Akamudin. Perjodohan pasangan Gusti Amiruddin dan puteri Taufikiyah di karunia lima orang anak, di mana anak pertama yaitu putera sulung pasangan ini adalah gusti suryansyah Amiruddin, yang tahun 2000 di nobatkan sebagai Pangeran ratu landak ke XXX.

d. Hubungan kerajaan landak dengan kerajaan sanggau
Hubungan kekerabatan kerajaan sangagu dengan kerajaan sanggau di muali sejak masa pemerintahan Pangeran Kusuma Agung Muda Raja ke-XVI kerajaan landak , yaitu ditandai dengan perjodohan antara Raden ijang yang menjadi menantu di kerajaan sangagu.seterusnya. seterusnya puteri dari Raden ijang, yait Rtua Ayu di persunting Raja kerajaan sanggau Abang Ahad atau Abang Darujah atau Uju yang bergelar Sultan Ahad jamaludin. Pasangan inilah yang menurunkan keturunan pemerintahan kerajaan sangagu, dimana mereka dikarunia dua orang purta yang keduanya menurunkan raja-raja sanggau, yaitu Abang Saka Sultan Muhammad Kamaruddin dan Abang Sebilang hari Penembahan Ratu Suria Kusnat Negara. Dari garis turun temurun inin pula terkait hubungan kekerabatan antara kerajaan landak, kerajaan sangagu, kerajaan tayan dan kerajaan sintang.

e. Hubungan kerajaan landak dengan kerajaan tayan
Hubungan kerajaan landak dengan kerajaan tayan dimulai dari perjodohan antara Utin Busu Puteri dari Pangeran Mangkubumi Gusti Isya raja haji wakil kerajaan landak dengan penembahan kerajaan tayan Guusti pangeran Inding Pangran mangkunegara Surya Kusuma yang selanjutnya menurunkan keturunan yang memerintah kerajaan tayan secara turun temurun.
Utin Busu adalah Puteri Pangeran Mangku Gusti Ismail Isya Raja Haji dengan isterinya yang bernama Nyemas Semabung. Dan Utin Busu adalah saudara dari penembahan Gusti Mahmud Akamuddin. Hubungan kekerabatan ini juga dijalin sejak perjodohan antara Mangkubumi Gusti Bujang Isman Tajudin wakil kerajaaan landak dengan Utin Sakdiyah Puteri dari Penembahan kerajaan Tayan Gusti Muhammad Ali Paku Negara Surya Kesunat. 

f. Hubungan kerajaan landak dengan kerajaan pontianak
Pada tahun 1886 M, kerajaan landak mengadakan perjanjian dengan kerajaan pontianak mengenai batas wilayah. Perjanjian itu ditandaitangani dihadapan Residen Der Westerafdeeling Van Boerneo oleh Pangeran Wiranatawakil kerajaan landak dan Syarif Yusuf Hamid Al Kadri dari kerajaan pontianak. Berdasarkan perjanjian tersebut, kerajaan landak memiliki daerah kekuasaan yang luas terhampar dari sepanjang sungai landak dan cabang-cabangnya dari muara sampai samapi ke hulu. Raja landak dalam mengontrol dan mengawasi daerah-daerahnya kekuasannya yang luas itu mendirikan perwakilan-perwakilan raja yang diserah tugas untuk mengatur dan menata pemerintahan di masing-masing daerah tersebut. Raja landak mengangkat seseorang yang bertindak sebagai wakil raja dalam pemerintahan di daerah-daerah yang biasa disebut Pembekal.
Sampai sekarang hubungan kerajaan landak dengan kerajaan yang ada di daerah kalimantan ini masih saling terjaga dan saling menghormati satu sama lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Jauhari, Musa, 1998, Peninggalan kerajaan landak di kecamatan ngabang, Balai kajian sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak.
Lontaan, J.U., 1975, Sejarah hukum Adat dan Adat Istiadat kalimatan barat.
Umar, Ya’ Syarif, 1988, Sejarah Singkat Perjuangan Rakyat Landak
            Hidayat,Ir, Muh, tanpa tahun , Istana-Istana Di Kalimantan Barat

SILSILAH RIA SINIR DAN DARA ITAM

SILSILAH RIA SINIR DAN DARA ITAM

 (kira-kira Abad ke-8 SM)

Pengantar

Tulisan ini mungkin dapat dipakai sebagai informasi sejarah bagi semua pihak yang ingin mengetahui dan bahkan mempelajari nilai kearifan Dayak Banyuke , Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat , Indonesia.

Apapun tanggapan Anda tentang tulisan ini , entah positif , entah negatif, senantiasa penulis hormati dan hargai. Semua pihak bebas menilai sesuai dengan pemahaman masing-masing, tak ada paksaan.

Namun, tulisan ini merupakan saduran yang ke-3 dan yang sesuai dengan nara sumber yang asli. Penulisan hanya mengadakan perubahan pada ejaan - disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia yang berlaku saat ini - tanpa mengubah jalan cerita atau alur ceritanya.

Sebenarnya, cerita ini merupakan hasil wawancara orang tua penulis - Almarhum EMMANUEL ATANG IDA - dengan Kepala Pajenang Nibis, Kampung Jering, Kecamatan Menyuke. Lalu, hasil itu disusun kembali oleh Pegawai Kecamatan Menyuke dengan pangkat Prakit Praja yang bernama J.A.LION pada tanggal 8 Desember 1964.

Latar Belakang

Penulis sangat prihatin apabila cerita-cerita kepahlawanan yang bermutu dari Dayak Banyuke semakin memudar dan sirna ditelan oleh perkebangan zaman.Padahal banyak nilai kearifan lokal yang dapat disarikan dari cerita-cerita itu sebagai pegangan hidup.

Mungkin, budaya tutur yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat Dayak Banyuke sehingga banyak jejak sejarah yang mulai terlupakan. Bahkan saat ini, generasi muda khususnya Dayak Banyuke mulai tak tertarik dengan cerita-cerita yang pernah melegenda dan lebih cenderung membanggakan hal-hal yang dangkal nilai kearifannya.

Penulis pun percaya bahwa masih banyak generasi muda yang merindukan nilai-nilai kearifan lokal. Namun, kerinduan itu belumlah "terpuaskan" dengan hanya mendengarkan pada satu sumber saja - yang kadangkala ada unsur-unsur essensial yang mulai dikarang sesuai dengan selera si penutur.

Apalagi si penutur memiliki kepentingan bisnis dan kepentingan politik yang cenderung mengikis kearifan lokal , bahkan menyampingkan kepentingan pembelajaran bagi masyarakat.

Tulisan ini merupakan salah satu opsi, bukan satu-satunya opsi untuk meluruskan kembali tujuan cerita-cerita peninggalan nenek moyang Dayak Banyuke, yakni BELAJAR BERMASYARAKAT.

Cara Memahami Tulisan

Walaupun tulisan ini mengandung kontroversial diantara keturunan Dayak Banyuke dan keturunan Kerajaan Landak hingga saat ini, namun penulis tidak menyuguhkan hal itu kepada sidang pembaca.

Sajian yang penulis sampaikan kepada para pembaca, sebagai berikut :
* Bagaimana sikap si Ria Sinir dalam menghadapi segala tantangan hidup ?
* Bagaimana tindakan nyata si Ria Sinir ?
* Apakah Ria Sinir dapat dijadikan teladan bagi setiap orang tanpa melihat asal-usul orang itu ?
* Apakah segala tingkah laku si Dara Itam dapat dijadikan preferensi bagi perjuangan persamaan martabat antara perempuan dan pria ?

PULANG PALIH DAN RIYA SINIR



Pulang Palih dan Riya Sinir dalam kekecewaan ini, Dara Hitam masuk campur. Ia mendatangi raja dan menganjur seorang yang bernama Riya Sinir untuk menebangnya. Raja menerima tawaran ini. Riya Sinir diundang. Pesuruh raja telah mendatangi kampung halaman Riya Sinir, mengundangnya sopan. Riya Sinir pun mempunyai sifat rela menolong. Tanpa komentar, ia berangkat menuju ke istana raja Pulang Palih. Ia menghadap raja. Raja menawarkan untuk menebang kayu merbau bakal jong. Riya sinir mengatakan, saya akan coba. Tapi mungkin tak bias, sebab, sedangkan anak buah raja tak sanggup apalagi saya. Ia dianjurkan coba. Iapun pergi melakukan permintaan ini. Sekali dua, , Riya Sinir mengayuhkan kampaknya, tumbanglah kayu merbau yang besar itu. Seluruh rakyat dan rajapun menjadi tercengang. Riya Sinir pamitan pulang ke kampungnya. Raja Pulang Palih tidak menahannya. Rakyat Pulang Palih mulai mengerjakan untuk jong. Beramai-ramai mereka menyelesaikannya. Jong telah selesai rapih, sedia akan diluncurkan. Seluruh rakyat dikerahkan untuk mendorong ke sungai. Segala tenaga dan potensi telah dikerahkan. Bergerakpun tidak. Rakyat dan rajapun bingung pula. Dara Hitam mengusulkan supaya mengundang lagi Riya Sinir untuk menolongnya. Ia dipanggil. Ia datang menghadap raja. Iapun ditawarkan untuk meluncurkan jong yang telah siap berangkat menuju Miaju. Riya Sinir mengajukan syaratnya. Boleh saya menolongnya, tapi harus menyediakan tujuh perempuan hamil tua/hampir melahirkan, anak sulung. Ketujuh orang ini bakal menjadi bantalan alas jong yang akan diluncurkan. Raja menjadi pucat ketakutan dengan syarat yang dahsyat itu.”Itu musti!” kata Riya Sinir. Riya Sinir menambah syarat. Perlu tujuh buah telor ayam, yang pertama ditelurkan oleh ayam yang pertama kali bertelor. Tiga gantang uang logam, campuran perak, tembaga dan uang timah. Kesemuanya ini tidak boleh ditawar. Jika kurang, pasti rencana akan gagal seluruhnya. Terpaksa raja berusaha sekuat tenaga untuk mencari dan memenuhinya, demi suksesnya pernikahannya dengan Dara Hitam.

Semua telah lengkap, ketujuh perempuan mengandung rebah tidur terlentang berjejer di depan jong. Jong akan meluncur melalui ketujuh perut berisi itu. Rakyat memandang ngeri dan sedih. Ada yang tak sanggup memandangnya. Perlahan-lahan Riya Sinir berjalan ke buritan jong. Dengan saktinya ia menepuk sekali buritan, jong meluncur rapih melalui perut-perut satu persatu hingga mengepung ke air. Ketujuh wanita ini, disuruh berdiri. Seluruhnya didapati dalam keadaan sehat, tak terganggu sedikitpun kesehatannya. Malah mereka lebih sehat dari semula. Telor ayam, ketujuh buah disuruhnya dieramkan. Semuanya telah menetas, keluarlah ayam-ayam jago yang pandai berkokok pula.

Jong diperintahkan untuk diisi seluruh perlengkapan perang. Riya Sinirpun ditunjuk Raja memimpin perang, merebut tengkorak Patih Gumantar di bawah kekuasaan raja Miaju.
Sebelum mereka berangkat, raja Pulang Palih telah berjanji-janji akan mengaruniakan sesuatu untuk Riya Sinir, bila kembali berhasil membawa tengkorak Patih Gumantar.
Ajong (jung) penuh perlengkapan, berangkatlah mereka menuju kerajaan Miaju. Ajong dikayuhkan secepat burung Bengkala. (Burung sakti yang kencang terbang). Malam, kira-kira pukul satu, tibalah mereka ke pulau Miaju. Mereka mengintai terlebih dahulu. Kelihatan pondok penyimpanan tajau Tarus berisi tengkorak Patih Gumantar, dijaga ketat rapih. Riya Sinir Mempunyai I.Q. yang cukup tinggi. Dengan hati-hati pada malam itu ia mengangkut segal a uang yang telah dibawanya. Sengaja dihambur-hamburkannya ke tempat penimbaan air. Ada uang yang diikat-ikatnya dan dilempar sangkutkan sengaja ke atas pojok beracun seperti tuba. Uang bertaburan dibuatnya. Ajongnya dikayuh jauh ke hilir. Pagi-pagi orang datang menimba air. Terlihatnya uang bertaburan, bagaikan hujan tercurah dari langit rasanya. Pulanglah mereka memberitahukan kepada seluruh isi rumah panjangnya. Tanpa berpikir sesuatu berduyun-duyunlah mereka datang memungutnya. Belum puas mereka mengumpulkan yang bertaburan di tanah, pokoknya kayu bergantung uangpun segera ditebangnya. Kayu itu dipotonh-potongnya dan telah meracuni ikan yang dalam sungai. Lupalah mereka akan tajo Tarus berisi tengkorak Patih Gumantar. Dengan tenang Riya Sinir mengangkat tempayan berisi tengkorak dan dibawanya ke ajong. Riya Sinir memerintahkan “Ayoh, berkayuhlah, sekuat tenagamu, awas jangan sampai terkejar musuh!” Ajong dikayuhkan bagaikan meluncurkan di atas banjir deras mengikuti arusnya. Tak henti-hentinya mereka berkayuh, tibalah mereka dengan selamat ke istana raja Pulang Palih. Riya Sinir mengangkat tempayan berisi tengkorak Patih Gumantar, disaksikan raja dan Dara Hitam. Dara Hitam menyungguhkan kepala/tengkorak bapaknya. Raja teringat akan janjinya, untuk memberikan hadiah kepada Riya Sinir. Seluruh isterinya dikemaskan, berdandan sehebat mungkin. Riya Sinir menunggu dengan sabar akan undangan raja.

Seluruh isteri raja, enam orang telah siap menunggu. Riya Sinir diundang masuk dan dipersilahkan memilih sesuka hati, salah satu dari isterinya untuk menjadi isterinya. Isteri-isteri raja memang cantik, tapi tak ada satupun yang telah merobah hati Riya Sinir. Riya Sinir selalu mengenangkan Dara Hitam buah hatinya. Dengan ilmu saktinya, dipegangnya sekerat sirih, dilicut-licutkannya. Dilepaskannya menjadi seekor kunang-kunang bercahaya. Riya Sinir berkata:”Kepada siapa kunang-kunangku ini hinggap, ialah yang menjadi isteriku.”Raja kebingungan memikirkannya. “Aduh kalau kunang-kunang terbang menuju ke dapur. Dara Hitam berada dan memang disimpan sengaja di dapur, digosok arang dapur,”(sejak inilah ia diberi nama Dara Hitam).

Sangkaan sang raja, menjadi kenyataan. Kunang-kunang Riya Sinir, terbang menuju ke dapur dimana Dara Hitam disembunyikan. Sementara kunang-kunang ini terbang parlahan-lahan menuju dapur, Riya Sinir mengulang-ulangi perkataannya:”Kepada siapa kunang-kunang ini hinggap, dialah yang jadi isteriku.”Sang raja makin bingung dan gelisah. Kunang-kunang diikuti. Tetap disorot oleh kedua bola mata sang raja. Kunang-kunang masuk ke dapur. Raja hampir pingsan melihatnya. Sangat kecewa ia. Tapi janji harus ditepati. Seorang raja menjaga gengsi, tak mau mungkir janji. Riya Sinir masuk dapur, melihat Dara Hitam berbedakkan arang, segera dirangkulnya manis, bagaikan mendapat sebuah batu ratna manikam yang hilang. Senyum manis tetap melekat pada raut muka Dara Hitam. Sambil berangkulan mesra, menujulah mereka menghadap sang raja yang sedang tunduk kesedihan. Keduanya mengetahui jelas, bahwa mendapatkan tengkorak bapak Dara Hitam, adalah satu hati bahagiayang direncanakan oleh Pulang Palih. Sekarang terbalik menjadi satu perpisahan yang tak akan bertemu lagi. Di depan raja, keduanya memohon diri, pulang ke kampung halamannya Riya Sinir.dengan sedih, kedua alat penglihat sang raja menyemburkan air mata, sambil berpesan: “Riya Sinir, tak akan kutahankan pilihanmu, hanyalah saya mohon kiranya kandungan Dara Hitam, melahirkan seorang lelaki, ia adalah anakku. Bilamana ia melahirkan seorang perempuan, biarlah ia menjadi Dara Hitam.”

Dengan perasaan jujur, Riya Sinir menjawab “Ya!” berangkatlah mereka pulang.
Setiba ke kampung halamannya, merreka disambut meriah oleh bapaknya (Riya Jambi). Dianggapnya suatu kemenangan perang. Mereka segera mengumpulkan seluruh kaum keluarga untuk melaksanakan pesta. Pesta adat di zamannya, hanyalah menghidang berupa daging binatang peliharaan, binatang buruan, kulat, karang, dan buah-buahan hutan.

sumber : Buku Kerajaan-kerjaan di Kalimantan Barat